9b1affb31b5a160f65a9310612dc0fb5.png

b05cd8d52d750de2b4896f08dea0be2a.png

2fb2bb30819cc93829158273a04ef514.png

7b635badf1a7061711a3a017e1b7cd56.png

4c649ecf46121d59322736ac9173eee5.png

Motivasi Mahaguru

SEKARANG MENANAM, BESOK PANEN

Tanggal 1 Januari 2016 lalu saya melakukan kunjungan singkat ke Palembang. Bukan dalam rangka merayakan tahun baru seperti kebanyakan orang lakukan, pada hari itu. Tapi, menginisiasi pendirian IGI Sumsel.  Ya. Saya mengabari dua tiga orang di grup Facebook IGI, bahwa saya akan terbang ke Palembang. Silakan kumpulkan beberapa teman untuk ketemuan. 

Alhamdulillah, ada 10-an orang bergabung saat itu. Saya mempresentasikan tentang IGI, dan menantang mereka: kalau mau dirikan IGI di Sumsel, bismillah. Ayo!

Gayung bersambut. Mereka mengirimkan 6 orang menghadiri kongres ke-2 IGI di Makassar, akhir Januari itu. Dan hari ini, belum genap 2 bulan dari kunjungan pertama saya ke Palembang, kepengurusan IGI Sumsel sudah dilantik Mas Mrr Muhammad Ramli Rahim, ketua umum IGI. 

Alhamdulillah, dari 10-an orang dulu, pelantikan pengurus hari ini diikuti 560 peserta. Jumlah yang banyak. Kalau saja panitia tidak menutup pendaftaran 3 hari lalu, jumlah pesertanya akan lebih membeludak lagi, karena animonya masih begitu besar. 

Pagi ini, berada di tengah-tengah ratusan guru Sumsel yang memadati gedung asrama haji Palembang, saya terharu. Belum 2 bulan bibit IGI ditanam, sekarang nampak prospeknya bakal bisa dipanen, nanti. Bulan-bulan ke depan, insya Allah jumlah anggota IGI bakal lebih besar lagi. Apalagi kepala dinas pendidikan Sumsel, Drs. Widodo, M.Pd, dalam sambutannya mengapresiasi positif keberadaan IGI yang baru lahir ini. 

Begitulah rahasia IGI berkembang, dari waktu ke waktu. Temukan bibit yang unggul, yaitu guru-guru terbaik. Guru berprestasi. Guru juara. Pilihlah guru yang punya semangat berbagi. Tanamlah dia di tanah yang subur. Sirami dengan air motivasi. Beri pupuk yang membuatnya berkembang, berupa program-program yang diminati guru. Hanya soal waktu, insya Allah IGI bertumbuh menjadi organisasi guru yang besar. 

Oh ya, jangan percaya, setiap bibit yang ditanam akan bisa dipanen. Ada juga sih guru-guru hebat yang telah ditanam sebagai penggerak IGI di suatu kota, tapi kemudian layu sebelum berkembang. Kadang ada juga yang dimangsa "hama", misalnya diintimidasi pihak lain agar tidak meneruskan upaya membesarkan IGI. Lalu dia pun berhenti.

Karena itu, jika dipandang perlu, sesekali saya juga ikut mengusir "wereng-wereng" itu. Menghadapi mereka demi melindungi tunas-tunas yang baru tumbuh. Dan selama saya memimpin IGI, jumlah yang rontok seperti itu sebenarnya hanya sedikit. Yang banyak adalah bibit-bibit unggul yang terus tumbuh membesar, dan menjadi tanaman yang kelak siap dipanen.

Salah satu bibit unggul IGI adalah Mas Mampuono Rasyidin Tomoredjo, yang sekarang menggantikan saya sebagai sekjen IGI. Dulu saya melamarnya saat beliau masih di Hanoi, meraih medali emas kompetesi guru se-Asia Pasifik yang diadakan Microsoft. "Mr. Capable" ini kemudian menjadi ketua IGI Jateng, dan kemudian dari bimbingannya, IGI Jateng banyak melahirkan guru juara.

Mas Aswin, ketua IGI Sumsel yang barusan dilantik, semoga merupakan bibit unggul IGI berikutnya. Saya sudah melihatnya bagaimana dua bulan ini membangun IGI dari nol. Suksesnya acara hari ini tak luput dari keberhasilannya. Saya berdoa untuk beliau, dan juga seluruh tim yang dipimpinnya, semoga IGI bisa memberi kontribusi besar pada kemajuan guru di Sumsel. 

Dan semoga suatu kali nanti saya masih berkesempatan menyaksikan IGI Sumsel memanen hasil yang ditanamnya. Panen raya, kalau bisa. Yaitu, saat dari IGI lahir guru-guru hebat yang mampu mengubah pendidikan Sumsel berkembang ke arah yang lebih baik. 

Palembang, 27 Februari 2016

 

Mohammad Ihsan,

Ketua Dewan Pembina IGI Pusat

KEPALA DINAS PENDIDIKAN BETAH DI ACARA IGI 

Hari Ahad (21/2) saya menghadiri seminar literasi yang digagas IGI Bojonegoro, dengan nara sumber Mas Satria Dharma, tokoh pendiri IGI. Acara diadakan di SMPN 1 Bojonegoro. Mas Ufar Ismail, ketua IGI Bojonegoro adalah juga kepala sekolah di sekolah yang dulunya RSBI ini.  Panitia menyodorkan run down acara. Sambutan ketua panitia, disambung pengarahan kepala dinas pendidikan sekaligus membuka seminar, baru setelah itu saya diminta “pamer” IGI. Maksudnya sosialisasi apa dan mengapa IGI. Kebetulan, peserta seminar memang mayoritas belum tahu IGI. 

“Saya bersedia memberi presentasi pengenalan IGI, tapi bisakah susunannya dibalik?", saya usul. "Sesi kepala dinas itu setelah saya presentasi".

“Tapi, itu susunan acara yang tidak biasa”, jawab panitia. 

“Saya sudah melakukannya di banyak tempat, sebelum ini. Alhamdulillah responnya baik. Dengan cara itulah kepala dinas akan mendengarkan penjelasan tentang IGI. Langsung dari kita sendiri. Lalu, kita dengar apa tanggapan beliau saat memberi sambutan nanti”. Saya mencoba menjelaskan alasannya. “Lagi pula, kalau kepala dinas mau membuka kegiatan, beliau perlu tahu dulu kegiatan apa yang akan dibukanya”. 

Panitia setuju. Dan begitulah akhirnya. Saya mulai mempresentasikan IGI. Mengapa perlu ada IGI, apa yang sudah dilakukan selama ini, bagaimana programnya bisa bekerja untuk guru, dan tentu saja harapannya jika IGI hadir dan membantu guru-guru Bojonegoro.

Pak Hanafi, kepala dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro, menyimak presentasi singkat saya, sekitar 20 menitan itu. Lalu, giliran beliau memberikan sambutan. 

Isinya? 

Seperti pejabat dinas pendidikan lain sebelumnya, inilah kali pertama beliau mendengarkan paparan tentang IGI. Pak Hanafi dalam sambutannya menyampaikan guru Bojonegoro saat UKG lalu banyak yang nilainya di bawah target 5,5 dan untuk itu diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk meningkatkan mutu guru. Hadirnya IGI bisa menjadi jawaban masalah ini. Karena pekerjaan meningkatkan mutu guru tidak mungkin dilakukan sendirian oleh dinas pendidikan.

“Pak Ufar”, mendadak beliau menoleh pada ketua IGI Bojonegoro. “Saya kerasan di acara IGI. Saya senang ini. Biarlah nanti saya ketinggalan pesawat ke Jakarta. Nggak apa-apa itu. Saya masih kerasan di sini”. 

Pas hari itu memang ada pembukaan acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2016 yang diadakan Kemdikbud di Jakarta, dan tentu saja sebagai kepala dinas pendidikan nama beliau ada dalam daftar undangan. Tapi, kalau kemudian gara-gara “tertahan” di acara IGI ini, lalu beliau telat berangkat ke Jakarta, itu apresiasi yang luar biasa untuk IGI. Panitia menginformasikan, pak kepala dinas sampai menelpon stafnya untuk berangkat ke Jakarta lebih dulu, karena beliau masih ada agenda lain. 

Sebenarnya, ini bukan kali pertama saya bertemu kepala dinas pendidikan yang sangat antusias menyambut pembukaan IGI di kotanya. Saya menduga, kalau ada laporan dinas pendidikan merespon miring keberadaan IGI, biasanya itu hanya karena yang bersangkutan belum benar-benar mengerti tentang IGI. Atau telah mendengarnya tapi dari orang lain, yang sepotong-potong. 

Karena itu, teman-teman anggota dan pengurus IGI, jalinlah komunikasi dengan pejabat dinas pendidikan atau kemenag. Keberadaan guru itu di bawah mereka. Tanggung jawab pembinaan juga menjadi domain mereka. Jadi, hadirnya IGI demi memperjuangkan peningkatan mutu guru –yang sebenarnya tugas dinas pendidikan atau kemenag— mestinya merupakan tawaran simpatik yang harus diterima dengan tangan terbuka. Apalagi untuk melakukan pekerjaan ini semua, IGI tidak meminta anggaran. 

Surabaya, 25 Februari 2016 
Mohammad Ihsan

Keterangan foto dari kiri: Satria Dharma (Mantan Ketua Umum IGI), Ufar Ismail (Ketua IGI Bojonegoro), Hanafi (Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro), Mohammad Ihsan (Ketua Dewan Pembina IGI Pusat), Mustofa (Pengurus IGI Bojonegoro).

 — bersama Anastasia Moertodjo,Satria DharmaJoni SetiawanIstiqomah Almaky,Ufar IsmailMas MarjukiIcha Hariani Susanti danRohani Cahya.

 

sumber :https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10209165925684759&set=a.2036713236976.123689.1218593653&type=3&theater 

ANIES: "YOU ARE SMALL BUT GIANT"

Ketika menutup Kongres ke-2 IGI di Wisma Kalla Makassar, 31 Januari 2016, Mendikbud Anies Baswedan membuat pernyataan menarik tentang IGI. Katanya, "You are small but giant".

IGI memang organisasi yang masih kecil. Semua orang juga tahu itu. Jumlah anggotanya belum banyak. Tapi, karena yang sedikit itu orang-orang pilihan, para guru hebat, maka pengaruhnya sangat besar. IGI kecil, tapi raksasa.

IGI terbukti mampu menggerakkan guru-guru di Indonesia untuk mau terus menerus belajar, dan tidak hanya puas dengan apa yang dimilikinya saat ini. Tidak salah kalau Menteri Anies juga menyebut IGI sebagai organisasi guru pembelajar.

Semoga kehadiran Mendikbud di acara kongres IGI, dengan memakai baju seragam IGI, dan dalam pidatonya banyak memberikan apresiasi atas kontribusi positif IGI bagi kemajuan guru dan pendidikan, sudah cukup menegaskan positioning IGI di mata pemerintah.

Insya Allah, kami di IGI, akan melakukan segala upaya agar mutu guru-guru di Indonesia bisa lebih ditingkatkan. Sebab, kami yakin, dengan cara itulah mutu pendidikan di negeri ini akan terangkat.

Surabaya, 5 Februari 2016

Mohammad Ihsan,
Ketua Dewan Pembina IGI Pusat

sumber   https://www.facebook.com/mohammadihsan 

BUAT ORANG LAIN BANGGA PADAMU...

 

Saya beberapa kali memergoki bapak dan ibu mertua mengusap air mata di gedung rektorat ITB, Jumat (12/2) kemarin. Saat itu, anak bungsunya,Singgih Saptadi, sedang menjalani sidang terbuka program doktor.

Saya sendiri juga dalam keharuan yang amat sangat. Betapa tidak. Adik ipar saya ini memaparkan disertasinya dengan sangat baik. Semua pertanyaan dan sanggahan para penguji, promotor, dijawab dengan lancar dan runut. Setiap jawaban adalah penguat dari hasil penelitian yang telah dilakukannya.

GURU IGI, GURU VIP

Bergabung dengan IGI, lalu bersiaplah menjadi guru terbaik di Indonesia

VIP Very Important Personal sering kita lihat diberbagai macam kegiatan orang orang ini adalah orang orang terpilih dan menjadi orang penting tapi terbatas dan mungkin santa terbatas adanya. Dalam berbagai kegiatan tanpa adanya orang penting atau bahkan sangat penting kegiatan menjadi hambar tak berasa bahkan bisa jadi kegiatannya batal tak terlaksana. 
Sosok orang orang VIP mestinya hadir juga dalam dunia pendidikan sebab guru hebat adalah guru VIP. Guru yang menjadi sangat penting walau sebetulnya guru sendiri sudah menjadi sosok yang penting dan sangat diharapkan dalam kehidupan bermasyarakat bukan saja hanya kehadirannya menjadi pelengkap sebuah kegiatan tetapi guru menjadi pewarna dalam sebuah kegiatan. Guru VIP adalah sosok guru yang dicita citakan oleh kita semua yang penggagasnya adalah sang Sekretaris Jenderal Ikatan Guru Indonesia pertama yaitu pa Ihsan dan beliau sampaikan pada saat kongres IGI 2 di Makasar.
Bagaimana cara menjadi Guru VIP. Setiap guru yang ingin melihat perubahan besar dalam kehidupan ini wajiblah kiranya untuk menjadi sosok guru VIP. Guru yang selalu punya keinginan untuk terus bergerak dan berubah menjadi lebih baik, sosok guru VIP ini sendiri dapat terwujud apabila guru ini memahami arti VIP yang lain dari VIP (very Important Person) tadi. VIP yang dimaksud berikutnya adalah :
1. V (visi) Setiap guru wajib memiliki visi yaitu kemampuan untuk melihat kedepan sehingga apa yang akan diajarkan kepada anak didiknya adalah pandangan pandangan guru atau telaahan guru tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, tentunya ini bukan ramalan sekadarnya tanpa ilmu tapi berdasarkan analisa yang kuat karena didasari oleh kemampuan keilmuannya. Mengapa pandangan kedepan ini menjadi sangat penting karena peserta didik yang kita ajar hari ini hidup mereka sesungguhnya adalah di masa depan suatu masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh peserta didik. Visi ini juga menjadi penting ketika guru hadir didalam kelas bukan hanya mengajar tentang materi pelajaran yang diampunya tetapi juga tentang bekal nyata di masa yang akan datang dalam bentuk pendidikan life skill yaitu pendidikan kecakapan hidup, kerjasama, membuat team work yang hebat dan tidak kalah pentingnya juga menanamkan jiwa kewirausahaan yang didalamnya akan memunculkan peserta didik yang inovatif, kreatif, tidak mudah menyerah, anti mainstream, sportif dan banyak lagi nilai positif yang lainnya yang bisa diajarkan oleh guru yang mempunyai visi.
2. I (Inisiatif) Guru yang punya inisiatif adalah guru guru yang banyak akal, guru yang selalu punya inovasi dalam mengajar dan dalam menyelesaikan berbagai macam masalah sehingga sosok guru yang punya inisiatif akan selalu hadir dengan berbagai macam ide yang mungkin beda dari guru guru yang lainnya. Memiliki inisiatif berarti guru tersebut telah menjadi pelopor dalam berbagai hal bukan hanya sekedar menjadi pengekor sebab dijaman seperti ini atau dijaman anak didik kita hidup kelak menjadi pengekor berarti hanya akan mendapat sisa alas bagian kehidupan dari orang orang yang selalu punya ide, gagasan, rintisan, daya usaha, buah pikiran, prakarsa dari pelopor 
3. P (Persistensi) Persistensi adalah menjadi sesuatu yang jauh menjadi lebih penting dari visi dan inisiatif karena inilah sesungguhnya dari kunci untuk menjadi guru VIP. Persistensi secara mudah diartikan keseriusan dalam berusaha, kesungguhan dalam mewujudkan mimpi mimpi dan melakukannya secara terus menerus walaupun sering gagal. Banyak kita lihat orang orang yang berhasil adalah orang orang yang sebelumnya gagal tapi dia bisa move on dari kegagalannya. Guru VIP diwajibkan memiliki jiwa persistensi ini karena yang dihadapi adalah mahluk hidup dan kita tahu bagaimana Thomas Alva Edison saja yang menghadapi benda mati telah mencoba penelitian bola lampu pijar sampai 10.000 kali dan akhirnya berhasil atau Kolonel Sanders telah menawarkan resep makanannya hingga 1009 kali (Ade Rai). 
Guru VIP akan hadir membawa perubahan besar dikehidupan bangsa ini sudah saatnya kita memang benar benar menjadi bang
sa yang besar, bangsa yang disegani oleh bangsa lain karena memiliki guru guru VIP yang juga akan menjadi guru guru hebat untuk Indonesia hebat. Semoga ... (Rahmat, disarikan dari pidato Pa Ihsan)

(Cuplikan orasi saat saya mengundurkan diri dari pencalonan Ketua Umum IGI, di arena kongres ke-2 IGI di Makassar, 30-31 Januari 2016)

 

 

    

diolah dari berbagai sumber 

 

Login Form

Aktikfitasku

@ Sukari Darno

Pengunjung

Hari ini 18

Kemarin 52

Minggu ini 275

Bulan ini 1051

Total 62237

Currently are 26 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions