9b1affb31b5a160f65a9310612dc0fb5.png

b05cd8d52d750de2b4896f08dea0be2a.png

2fb2bb30819cc93829158273a04ef514.png

7b635badf1a7061711a3a017e1b7cd56.png

4c649ecf46121d59322736ac9173eee5.png

Hari ahad tanggal 20 Februari 2011 bertempat di Microteaching Universitas Muhammadiyah Gresik kami berkumpul seperti biasa untuk menyiapkan proposal Tesis. Pada saat diskusi proposal, tiba tiba Ada teman mendekat untuk memberikan motivasi kepada saya untuk bisa menyelesaikan tugas yg belum saya selesaikan. Dari sekian teman hanya saya yg masih ketinggalan krn waktu kuliah sempat saya tinggal 10 hari ke Australia.

Saat teman teman keluar Dan menuju sholat dhuhur, saya sejenak untuk berdiskusi. Bu inah, begitu biasa saya panggil memberikan semangat bahwa kita bisa selesai bersama. "anakmu iku piro! Akuloh sing ake wae biso" (anak kamu berapa? Saya saja bisa.) tanya Bu inah singkat. Saya jawab singkat juga "loro" (dua). Walah loro wae, aku sing cilik Loro sing kabeh 127. (dua saja. Aku yg kecil saja dua Dan total 127) menjellaskan detail jumlah anak.

tercengang mendengar cerita dari Bu inah, saya mencoba bertanya lebih dalam. "lho kok ISO sampek akeh Anake!" (bagaimana bisa jumlahnya banyak?). Iyo kabeh iku anak yatim.
Wow... Subhanallah. Allahu akbar.

Allah telah memilih hambanya untuk beriman Dan Istiqomah. Memberikan ujian yg cukup berat namun Bu inah selalu Istiqomah. Menikah dengan Pak hakim sejak tahun 1990, Bu inah yg nama lengkapnya Siti Mutmainnah menjalani kehidupan sehari sebagai guru MI, MTS Dan Aliyah di kecamatan bungah gresik. Rutinas harian dilalui terus menerus. Namun perjalanan pernikahan sdh berlangsung 3 tahun masih belum diberi karunia berupa anak.

Setelah mendengan pengajian dari seorang kyai di Radio bahwa Rosulullah menganjurkan untuk setiap rumah seorang Muslim Ada anak yatim atau janda. Keinginan untuk memiliki Dan mengasuh anak yatim Ini disampaikan pada suami Dan alhamdulillah pak hakim mensupport.
Berawal dari niat yg tulus akhirnya Ada seorang laki - laki yg masih kecil tp tidak sekolah. Setelah ditanya apakah Ada keinginan sekolah ternyata mau, maka Bu inah segera bergegas ke gresik untuk membelikan seragam Dan sepatu. Selama 3 bulan di support untuk sekolah dengan model anak Ini masih bergabung dengan orang tuanya.


Pada suatu hari Ibu dari anak yang telah di bantu Ini kembali untuk mohon bantuan agar anak yg terkecil juga minta untuk di asuh. Dengan sangat memohim itu akhirnya diterima juga. Selang 3 hari berikutnya Ibu ug telah menitipkan itu telah meninggal dunia dengan meninggalkan 4 anak sekaligus.
Dengan memilki rumah ukuran 4x12 dengan 4 anak sekaligus membuat tidur Mereka berada dilantai.(bersambung).

Login Form

Aktikfitasku

@ Sukari Darno

Pengunjung

Hari ini 19

Kemarin 52

Minggu ini 276

Bulan ini 1052

Total 62238

Currently are 45 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions